bopen
Jamsostek pusat

Berubah jadi BPJS, Jamsostek Kehilangan Anak Usaha

BUMNReview.Com – PT Jamsostek (Persero) menyatakan setelah berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, perusahaan akan kehilangan anak usahanya, PT Binajasa Abadikarya (PT Bijak).

Menurut Wakil Sekretaris Perusahaan PT Jamsostek (Persero), Kuswahyudi jika mengacu terhadap Rancangan Peraturan Pelaksana BPJS Ketenagakerjaan bahwa BPJS tidak boleh memiliki anak usaha.

“Jadi dalam aturannya tidak boleh dan bentuk Badan dimanapun tidak boleh memiliki anak usaha,” kata Kuswahyudi, Jakarta, Rabu 2 Oktober 2013.

Kuswahyudi mengatakan saat ini PT Jamsostek memiliki anaka usaha yaitu PT Binajasa Abadikarya (PT Bijak). Dia menambahkan ketika peralihan PT Jamsostek (Persero) menjadi BPJS Ketenagakerjaa, posisi anak usaha akan independen.

“Mungkin akan sebagai perusahaan swasta, itu yang disampaikan dalam paparan terdahulu,” kata Kuswahyudi.

Sebagai informasi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011. Sesuai Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, BPJS merupakan badan hukum nirlaba.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS akan menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia yaitu lembaga asuransi jaminan kesehatan PT Askes dan lembaga jaminan sosial ketenaga kerjaan PT Jamsostek. Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek menjadi BPJS dilakukan secara bertahap. Pada awal 2014, PT Askes akan menjadi BPJS Kesehatan, selanjutnya pada 2015 giliran PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Lembaga ini bertanggung jawab terhadap Presiden. BPJS berkantor pusat di Jakarta, dan bisa memiliki kantor perwakilan di tingkat provinsi serta kantor cabang di tingkat kabupaten kota.

(Ronito)

Posts related to Berubah jadi BPJS, Jamsostek Kehilangan Anak Usaha

No Comments

Post a Comment


*